Hobi Koleksi Barang sekaligus Investasi

Hobi mengoleksi barang tak jarang berbiaya tinggi apalagi jika barang yang dikumpulkan mahal harganya. Namun banyak orang berpendapat tak mempermasalahkan besarnya biaya yang dikeluarkan untuk hobi karena barang itu bisa menjadi alat investasi dan di masa depan dapat mendatangkan untung berlipat jika barang tersebut dijual.

Perencana Keuangan dari Finansia Consulting Eko Endarto punya pendapat tersendiri soal ini. Meski tak lazim disebut sebagai alternatif produk investasi utama, Eko menyebutkan investasi barang hobi bisa mendatangkan keuntungan asalkan memenuhi sejumlah syarat.

“Syarat utama dari investasi hobi itu yang pertama tahu komunitasnya dan sejarah dari benda yang dikoleksi,” ujar Eko.

Pernyataan Eko menanggapi tren koleksi barang yang seringkali disebut-sebut sebagai produk alternatif investasi karena bisa menghasilkan return besar, bahkan melampaui produk investasi yang lazim dimiliki orang pada umumnya.

Tak hanya pria tapi juga kaum hawa yang hobi mengoleksi barang seperti perangko, jam antik, mainan, tas bermerek dan produk-produk lain.

Mereka tak segan merogoh koceknya lebih dalam untuk memiliki barang koleksi yang harganya tak murah. Tak sedikit yang memburu barang koleksi itu memang ingin memuaskan rasa ingin memiliki, tapi juga ada yang sudah merencanakan sejak awal akan menjual kembali barang koleksinya tersebut.

Lebih jauh Eko menjelaskan, semua benda memiliki peluang untuk menjadi barang investasi. Namun, hal yang perlu diperhatikan ialah nilai (value) dari barang koleksi tersebut di mata orang lain.

Oleh karena itu, pemilik hobi itu harus tergabung dalam komunitas yang berisi pemilik hobi sejenis. “Tanpa komunitas yang tepat, maka barang koleksi sulit untuk dijual kembali atau menjadi investasi masa depan,” kata Eko.

Untuk syarat yang kedua, menurut Eko, si pemilik hobi harus mengetahui persis sejarah dari benda koleksi yang akan menjadi nilai tambah menaikkan harga dari barang koleksi.

Bisa saja ada barang dengan merek dan jenis yang sama. “Tetapi kalau salah satunya punya nilai sejarah, seperti pernah dipakai orang terkenal, maka harganya bisa jauh berbeda,” ujarnya.

sumber: tempo

Post Comment