Ribuan Investor Saham dari Anak Muda, Investasi menjadi Hobi yang Patut Dicoba

Pemain saham melalui bursa efek tampaknya bukan lagi kalangan orang tua, namun kini merambah anak muda. Bahkan, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulutgomalut membeber, dari 7.774 pemain saham (investor) yang terdata melalui Single Investor Identification (SID), ada 4.270 pemain saham yang berumur di bawah 25 tahun.

Kepala OJK Sulutgomalut Elyanus Pongsoda membenarkan hal ini. Kata dia, data yang dihimpun menunjukkan peminat investasi di sektor saham adalah kalangan pemuda. “Dominasi usia muda di dunia saham  tidak lepas dari peran galeri investasi yang dibuka di beberapa perguruan tinggi,” kata Pongsoda.

Dia membeber, galeri investasi di Sulut sudah ada delapan titik.  “Di Manado ada 4 yaitu di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), di STIE Eben Haezer, di Politeknik Negeri Manado dan di IAIN Manado. Untuk di Minahasa ada Unima, di Bitung ada STIE Petra, di Tomohon ada UKIT, dan di Minut ada Unklab,” tukas Pongsoda.

Sementara, Kepala IDX kantor perwakilan Sulawesi Utara Mario Iroth menilai, dengan perkembangan dan pertumbuhan investor saat ini pemerintah daerah diharapkan bisa melihat bahwa partisipasi masyarakat di pasar modal Indonesia bisa memperkuat ekonomi daerah dan nasional.

“Caranya, melalui ketersediaan akses dana masyarakat untuk BUMN dan perusahaan swasta dalam melakukan ekspansi. Juga di dalamnya ketersediaan wahana investasi yang bisa mengimbangi laju inflasi dan meningkatkan daya beli perorangan,” ujarnya.

Dia menambahkan, selain itu kebiasaan masyarakat dalam berinvestasi diharapkan juga akan mengubah pola pikir masyarakat dari konsumtif menjadi produktif. “Masyarakat akan semakin sadar pentingnya pengelolaan keuangan terhadap kesejahteraannya,” pungkas dia. 

Di sisi lain, ekonom Sulut Prof David Saerang mengungkapkan, Sulut sebagai daerah yang terus berkembang saat ini memang perlu melek dan paham manfaat dari investasi yang ada. “Plus minusnya serta bagaimana caranya agar investasinya dapat bermanfaat,” ungkapnya.

Akademisi Fakultas Ekonomi Unsrat ini melanjutkan, berbicara investasi berbicara mengenai manfaat jangka panjang. “Semakin banyaknya masyarakat yang berinvestasi tentu akan memberi dampak positif bagi kesehatan perekonomian Sulut. Apabila demikian tentu akan berpengaruh terhadap sektor ekonomi lainnya, tak masalah usia muda asal mengerti dan paham cara dan bagaimana harus berinvestasi di pasar modal dengan risiko yang ada,” pungkasnya. (tr-05/fgn)

sumber: manadopostonline

Post Comment